Tutup
judi online, judi bola, hasil bola, skor bola
Tutup
Judi Online Terpercaya Luxury138
agen bola online terbaik bintangbolapoker online terpercaya mkvpoker
poker online jendralpokerjudi online terpercaya indowins

Badik Titipan Ayah (2010)

live kasino asia 188betagen bola terpercaya kampusbet pasang iklan bioskop168pasang iklan bioskop168
# Kami tidak sediakan link unduh/download, kamu bisa gunakan download manager untuk download/mengunduh film ini.
# Dianjurkan menggunakan browser FIREFOX / OPERA untuk memutar video ini di gadget anda.
# Tips jika film tidak bisa diputar : gunakan browser lain, refresh + clear cookies/cache browser anda, pastikan internet anda stabil.
# Jika anda sudah melakukan hal di atas tetapi masih error, segera Laporkan Link atau Judul Film tersebut. Lapor
# Harap untuk bersabar untuk Proses Perbaikan Film yang bermasalah, kami akan memperbaiki secepatnya.
INFO FILM
Badik Titipan Ayah (2010)

Category: 2010, Drama, Indonesia

Release: 2010 (Indonesia)

Stars: Reza Rahadian, Ratu Tika Bravani, Aspar Paturusi, Widyawati, Guntara Hidayat, Ilham Anwar

Description: Diceritakan, putri tunggal Karaeng Tiro dan Karaeng Caya yaitu Andi Tenri memutuskan untuk silariang (kawin lari) bersama kekasihnya Andi Firman yang telah menghamilinya atas permintaannya sendiri. Alasan mengapa ia melakukan silariang (kawin lari) adalah karena ia sadar bahwa rencananya untuk menjadikan bayi yang ada di dalam kandungannya sebagai alasan untuk menyatukan cintanya bersama Andi Firman akan sia-sia dan bahkan akan memicu kemarahan tettanya (ayahnya), Karaeng Tiro. Mengetahui bahwa keluarganya telah nipakasiri’ (dipermalukan) karena putri semata wayangnya Andi Tenri silariang (kawin lari) bersama kekasihnya, Karaeng Tiro lalu meminta putra tunggalnya Andi Aso untuk menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan cara dan prinsip suku Bugis-Makassar yaitu dengan menggunakan badik. Karaeng Tiro mewariskan badik pusaka I La Sanrego yang merupakan warisan keluarga yang telah memakan banyak darah musuh dan penghianat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bagi orang Bugis-Makassar, persoalan siri’ adalah persoalan adat, dan harus diselesaikan secara adat. Perasaan dilema yang melanda Andi Aso antara rasa sayang kepada adik perempuannya dan upaya melaksanakan amanah tersirat sang ayahanda untuk menyelesaikan permasalahan ini demi menegakkan kembali harga diri dan martabat keluarga yang telah dinodai oleh Andi Tenri bersama kekasihnya Andi Firman. Andi Aso didampingi oleh anak angkat Karaeng Tiro bernama Limpo kemudian mencari Andi Tenri dan Andi Firman hingga ke kota Makassar. Beberapa waktu beselang Karaeng Tiro Wafat karena serangan jantung akibat dipermalukan oleh seorang warga yang menanyakan keberadaan Andi Tenri ketika menuju ke acara perkawinan kerabatnya. Mendengar kabar bahwa ayahnya (tettanya) mennggal dunia Andi Tenri dan sang suami nekad membawa bayi mereka yang baru lahir datang ke Bira, kampung halamannya untuk melihat jenazah tettanya (ayahnya) untuk yang terakhir kalinya. Andi Aso dan Daeng Limpo menyambut kedatangan mereka dengan amarah yang membara. Badik pun dihunus oleh Andi Aso, bersiap melakukan perhitungan dengan Andi Firman yang juga sudah menghunus badiknya. “Ingat, badik yang sudah dikeluarkan dari sarungnya, pantang dimasukkan kembali sebelum melaksanakan tugasnya!,” tegas Daeng Limpo dengan mata menyala. Keadaan menjadi sangat tegang. Tanpa rasa takut sedikitpun, Andi Tenri maju menghadapi Badik yang terhunus di tangan sang kakak, siap menghadapi kemungkinan terburuk sebagai wujud tanggungjawab dan risiko atas perbuatannya. Dengan wajah yang murung dan tetesan air mata di pipinya yang belum mengering, Karaeng Caya melerai konflik batin antar kedua anaknya beserta menantunya. Kemudian menghampiri jenazah suaminya sambil menggendong cucu pertamanya dari rahim putri tunggalnya dan memohon kepada jenazah suaminya agar memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh putri tunggal mereka. Pada akhirnya Limpo menghunuskan serta menancapkan ujung badik di perutnya, sebagai tindakan karena ia tidak mampu mengemban tugas untuk memulihkan Siri’ yang menjadi aib bagi keluarga Karaeng Tiro dan agar badik I La Sanrego dapat kembali masuk kedalam sarungnya karena telah melaksanakan yaitu dengan meneteskan darah.

Tags: